Wednesday, 31 October 2018

Jika Bertemu Dirimu Yang Lain


Banyak teori-teori sains yang menarik untuk terus dijelajahi. Aku bukan orang yang bergerak dan fokus di bidang itu. Bahasa adalah jurusan yang aku pilih saat aku masih di sekolah menengah. Tak pernah sedikit pun aku tertarik dan mendapat prestasi yang bagus dari bidang sains. Saat itu aku hanya tidak mengerti dan tidak mencari tahu fungsi dari mempelajari Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia. Tetapi saat ini aku paham, tidak ada yang tidak memiliki fungsi dalam menuntut ilmu. Semua itu sangat berkaitan dengan kehidupan. Contoh kecil, tanpa fisika kita tidak akan mengetahui alam semesta beserta konsep ruang dan waktu. Tanpa kimia kita tidak bisa memproduksi makanan, minuman, maupun obat-obatan. Tanpa biologi kita tidak akan mengenal makhluk hidup di sekitar kita. Juga, tanpa matematika, kita tidak akan tahu bahwa banyak kemungkinan di dunia ini.

Tuesday, 30 October 2018

What If...

Manusia senang membuat cerita. Baik untuk orang lain maupun dirinya sendiri. Kita memainkan peran yang sangat penting dalam hidup ini. Hingga kita berpikir, siapa yang tidak mau mendengar ceritaku?
Aku tau kita semua berjuang. Kita semua mengharapkan kisah yang menggembirakan. Kita semua berebut suara untuk menjadi yang paling didengar. Hanya saja, pernahkah kita berpikir bagaimana jika kita memilih jalan cerita yang berbeda dari cerita kita sekarang ini?

Berdamai dengan Diri Sendiri

Luka dan sakit sudah menjadi bagian dari manusia yang berhati. Hati bisa sakit jika kehadirannya dipermainkan, dihina, diinjak-injak, dihianati, dibohongi, dipergunjingkan, hingga ditinggalkan. Aku sangat kagum melihat orang yang dengan mudahnya memaafkan kesalahan orang lain. Ajari aku, aku masih tidak tahu bagaimana cara memaafkan dengan benar. Aku bukan Tuhan yang dengan senang hati selalu memaafkan hambanya. Bagaimana jika ada yang memendam sakit yang terlalu dalam?


Sunday, 22 July 2018

My Skincare Routine

Pesan Sebuket Bunga


"Selamat sore, bunga ini sengaja dikirim dari anonim yang tidak mau memberikan identitasnya. Mba bisa tanda tangan disini sebagai bukti penerimaan".
Segores tinta telah mencoret kertas yang berisi bukti penerimaan barang. Mataku sibuk mengamati sebuket bunga mawar putih besar yang digenggam pak pos hari itu. Aku terdiam sejenak karena mungkin ada yang salah memberi alamat hingga bunga ini teralamatkan padaku. Ku buka kartu ucapan yang terselip di antara bunga-bunga, namun tertulis namaku di dalamnya. Buket bunga itu mengantar sepucuk surat yang dibalut amplop berwarna hijau tosca.
Untuk perempuan yang berkendara di keremangan.
Tersenyumlah meskipun harimu begitu berat.
Berbahagialah meskipun kesedihan menyelimutimu.
Gembiralah meskipun air mata tak hentinya membasahi mata sayumu.
Bersenang-senanglah meskipun duka selalu datang mengganggu keseharianmu.
Untuk perempuan yang berkendara di keremangan,
jatuh cintalah

Wednesday, 31 May 2017

Bigot yang Nyaring Bunyinya

Sedang resah dengan bigot, ekstremis, dan fanatik agama di Indonesia belakangan ini. Berawal dari seringnya melihat postingan di berbagai media sosial (lebih sering di Whatsapp, Line, Instagram, dan Facebook) yang cenderung menyalahkan agama tertentu seolah sikapnyalah yang mahabenar. Kadang saya tidak habis pikir, mengapa orang-orang seperti ini sama sekali tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan (apalagi) rasa toleransi (?). 

Saturday, 17 December 2016

Perempuan Warga Kelas Dua?


Kali ini saya benar-benar tertarik membahas tentang perempuan. Kebetulan bahasan ini adalah hasil debat sengit dengan mas pacar yang anti-feminis. Semuanya berawal dari obrolan ringan di mobil yang kusinggung mengapa perempuan selalu dijadikan objek dalam berbagai hal, namun hal itu langsung ia bantah dengan argumen pendukungnya. Oh ternyata tidak cukup berhenti sampai disitu, mas pacar terus mencari tahu semua hal yang berkaitan dengan feminisme (berikut argumen pendukungnya) hingga di hari yang lain ia memberikan suatu tontonan yang memicuku untuk mendebatnya lagi, ya cukup membuatku bete -intermezzo- Ini dia videonya:

\

Di video tersebut tepatnya di negara Kyrgyzstan, ada sebuah budaya "Bride Kidnapping". Budaya ini merupakan suatu tradisi pernikahan, dimana jika ada lelaki yang ingin menikah harus menculik calon pengantin perempuan di jalanan kemudian membawa perempuan itu ke rumahnya. Sang ibu

Sunday, 27 November 2016

Senja Sedang Sendu


Seperti biasa,
sebelum sore berganti selalu kusempatkan menikmati senja di balkon atas rumahku.
Wangi setelah hujan turut menikmati irama senja,
dipoles dengan nyanyian angin sendu.
Ramai bunyi kendaraan penanda para ayah dan ibu sudah pulang bekerja.
Jalanan sudah basah,
sedikit sisa-sisa air hujan bergemercik di genangan jalan.
Senja ini bisa menyimpan jutaan kenangan,
tapi mungkin ada yang bersusah payah tidak memedulikannya.
Apakah hanya aku yang senang mengumpulkan cerita hingga setiap detail persisnya?
Tidakkah juga kamu? Ataukah kamu yang pandai menyimpannya?
Awalnya selalu dimulai tentangmu...
Ya, karena sampai sekarang masih kamu yang menjadi objek tulisanku.
Sayang, aku sedang rindu.

Wednesday, 10 August 2016

Esensi Pernikahan


Dari sejak dilahirkan hingga saat ini, (hampir) semua orang mengenal agama dan budaya disertai segala bentuk aturan yang mengikatnya. Personally, aku yakin setiap orang memiliki perspektif masing-masing dari kepercayaan yang diakuinya. Salah satu jenis campur tangan agama dan budaya adalah mengatur pernikahan yang sudah gamblang tertulis di kitab suci masing-masing. Sebenarnya esensi pernikahan itu apa sih?


© Asri Nuranisa Dewi
Blogger Template Designed by pipdig