Thursday, 28 April 2016

Kopi Sore Hari

Tiap kali kuhisap seduhan wangi kopi sore hari, kuingat semburat mata hitammu pada buku tebal yang sedang kau baca.
Tak lupa jika hujan kebetulan turut menemani secangkir robusta di teras belakang, sosokmu seakan nyata duduk sibuk di kursi depanku.

Disertai nyanyian nelangsa riang juga tawa manis bibirmu yang selalu menggiringku untuk menyempurnakan sore ini, sorot matamu seakan ikut terlarut dalam ketenanganku yang malah sibuk mengamatimu.
Cinta bisa bicara dalam diam bahkan dalam ketiadaan. Baik kau disini atau tidak, jikalau cukup dengan hanya kita, berdua kan mencoba sempurnakan sore yang penuh ketenangan ini.
Cinta punya jalannya sendiri, seperti halnya kau yang memperlakukanku dengan caramu sendiri.
Cintaku bukan buket bunga yang bisa dibeli bukan pula rangkaian kalimat yang kau ucapkan. Cintaku datang karna diam dan sorot mata hitammu, sorot mata yang tak bisa kuartikan lagi selain ketenangan yang entah telah memberikan berapa banyak kenyamanan.
- 29 April, Aci

No comments:

Post a Comment

© Asri Nuranisa Dewi
Blogger Template Designed by pipdig