Sunday, 27 November 2016

Senja Sedang Sendu


Seperti biasa,
sebelum sore berganti selalu kusempatkan menikmati senja di balkon atas rumahku.
Wangi setelah hujan turut menikmati irama senja,
dipoles dengan nyanyian angin sendu.
Ramai bunyi kendaraan penanda para ayah dan ibu sudah pulang bekerja.
Jalanan sudah basah,
sedikit sisa-sisa air hujan bergemercik di genangan jalan.
Senja ini bisa menyimpan jutaan kenangan,
tapi mungkin ada yang bersusah payah tidak memedulikannya.
Apakah hanya aku yang senang mengumpulkan cerita hingga setiap detail persisnya?
Tidakkah juga kamu? Ataukah kamu yang pandai menyimpannya?
Awalnya selalu dimulai tentangmu...
Ya, karena sampai sekarang masih kamu yang menjadi objek tulisanku.
Sayang, aku sedang rindu.

No comments:

Post a Comment

© Asri Nuranisa Dewi
Blogger Template Designed by pipdig