Saturday, 21 July 2018

Relationship


Kompleks dan krusial. Bahkan untuk mulai menulisnya saja butuh waktu lama. Sekarang, aku sedikit mengerti mengapa orang-orang begitu sering meributkan masalah ini. How would you define love?

Let's talk about relationship..

"Bagaimana kalau pada akhirnya kita tidak bersama?".
Aku rasa ada baiknya kita tidak perlu menjawab pertanyaan itu. Biarkan selalu menjadi misteri agar nanti kita tau bagaimana rasanya menemukan cinta itu sendiri. Kita tidak tau dan tidak akan pernah tau bagaimana kisah itu akan mengarah kemana. Entah, apakah akan terus beriringan atau sudah tak puas hingga akhirnya memutuskan untuk memilih jalan masing-masing. Hanya dua kemungkinan itu yang nantinya akan menentukan arah cinta kan kemana. Pertanyaan yang harus terjawab hanyalah..

"Bahagiakah kita bersama-sama seperti ini?".
Entah dalam standar seperti apa kebahagiaan yang terdapat dari masing-masing pasangan. Apakah rasa kebahagiaan itu saat pergi ditraktir makan? Saat dijemput dengan mobil mewah? Saat diberikan banyak sekali hadiah? Saat melakukan hubungan seksual? Atau saat masing-masing mulai menaklukan yang lainnya? Atau kebahagiaan itu hanyalah perasaan yang diada-ada karena menyayangkan hubungan yang sudah berlangsung lama?




Mungkin ini akan terdengar klise, tapi menurutku kebahagiaan itu seperti: aku bahagia saat bisa tertawa bersama, aku bahagia ketika bisa berjalan bersama untuk menggapai mimpi masing-masing, aku bahagia ketika kita bisa saling mendukung, aku bahagia ketika seseorang bisa memenuhi janjinya, aku bahagia saat ia mengucapkan kata-kata yang manis (Yes, every girls & woman knowing this), aku bahagia ketika seseorang berdiri melindungiku jika akan menyebrang jalan, aku bahagia ketika seseorang meminjamkan baju hangatnya jika hari mulai hujan, aku bahagia jika seseorang memelukku saat semuanya terasa salah, aku bahagia saat seseorang datang mengetuk pintu rumahku dengan senyum yang hangat di wajahnya, aku bahagia saat mendengar suaranya di telepon, aku bahagia ketika mendapatkan notifikasi darinya cause he's my favorite notification. Dan aku bahagia bahkan jika hanya bertemu dalam diam (knowing you near me, I feel like everything's right). However, knowing that you love me so much is enough for now.

***

Talk about love..

Saat ini aku dan pacarku sedang menjalin hubungan jarak jauh. Kami berada di dua benua yang berbeda. Mungkin ini tampak mudah bagi sebagian orang, tapi tak semua orang bisa bertahan dengan hubungan yang berjarak ribuan atau bahkan puluhan ribu kilometer jauhnya. Ada rindu yang tidak bisa dicairkan, ada kesal yang sulit diungkapkan, ada tawa yang sulit diperlihatkan, ada tangis yang selalu disembunyikan. Ya, jarak membuat kami berjalan masing-masing dengan menggenggam harapan "Kita akan pulang dan berbagi pelukan kembali."

Jarak ini pernah memisahkan kami dua kali, tetapi jarak pula yang menyatukan kami. Ribuan kilometer ini mengajarkan kami untuk selalu tetap mendukung meskipun tidak bisa memegang pundaknya, untuk selalu bicara seberat apapun sulitnya, untuk selalu mendengar meskipun tidak tahu solusinya, untuk selalu memercayai, untuk selalu menghargai, dan tentunya untuk selalu memahami. Memahami segala kondisinya.

Sumpah serapah, saling menuduh dan mengaduh, sampai lupa betapa bahagianya kami telah saling menemukan. Menyalahkan, bersilat lidah, lelah, hingga akhirnya memilih untuk diam. Diam yang begitu menyakitkan, diam yang tidak menenangkan, diam yang sendu, hingga rindu menjemput kami kembali. Terdengar klise tapi aku sangat bersyukur memiliki seseorang sepertinya. Kami memang bukan dua orang yang sempurna, kami selalu membuat kesalahan, tetapi bukankah hubungan itu sebuah penerimaan bukan? Menerima kelebihan dan (terutama) kekurangannya.
"Ketika kamu memilih pasangan, satu hal yang perlu kamu terima sepenuhnya adalah kekurangannya. Seumur hidup kamu akan berbagi kehidupan dengannya. Setiap hari kamu akan berhadapan dengan semua sifatnya yang menjengkelkan, setiap hari kamu akan berhadapan dengan orang yang tidak akan sesuai dengan ekspektasi awalmu. Itulah kenapa kamu harus menemukan pasangan yang sesuai. Sesuai berarti kamu bisa mengimbangi dia, dan dia yang bisa mengimbangi kamu berikut semua kekuranganmu. Itu berarti kamu yang cocok menghadapi kekurangannya dan Ia yang cocok menghadapi kekuranganmu. Itulah alasan kenapa diberi nama 'pasangan'. " - Ibu
Ibu dan  bapakku memang penasihat terbaik yang selalu aku dengarkan. Mereka adalah dua orang yang sangat berbeda tetapi saling mendukung satu sama lain. Ya, mereka memang pasangan favoritkan dan ditakdirkan untuk bersama, semoga untuk selama-lamanya. And yes my mom was right, love is knowing someone's weakness and not taking its advantage, love is acceptance without expectations, and love is patient, caring, trust, honest, and respect.

***

Rindu

Satu hal yang sangat menggangguku di enam bulan ini, rindu. Kami tidak pernah tidak bertemu selama dan sejauh ini. Yang selalu membuatku tenang, dia selalu mempercayaiku dan kami tidak pernah berhenti bicara. Ya mungkin kami pernah berhenti hanya untuk berpikir dan menenangkan pikiran. Sudah hampir empat tahun kami bersama, bahkan waktu empat tahun kami rasa belum cukup untuk mengenal kami sendiri. Sebuah perjalanan itu tidak pernah ada yang mulus, apalagi mengarungi perjalanan dengan dua kepala yang berbeda. Setidaknya kami mencoba mengerti saat yang lain mulai tak menentu. Kami pernah berada pada titik terbawah dan pernah pula berada pada titik teratas dari hubungan kami. Beruntungnya, kami tidak pernah saling meninggalkan. Kami selalu percaya bahwa selalu ada energi yang akan membuat kami bangkit dan menjadi apa yang kami impikan. Ya, dukungan. Kami selalu mendukung satu sama lain, mendukung semua cita-cita kami sendiri. Tak pernah lelah untuk selalu mengingatkan meskipun kadang marah karena ingin istirahat. Tapi kami tidak pernah diam. Pertengkaran kami bukan lagi merengek meminta perhatian atau marah karena telat menjemput. Yang selalu kami takutkan adalah masa depan dan kami tidak bersama lagi untuk saling mendukung satu sama lain.

Sekarang aku bekerja di Australia, pacarku bekerja di Multinational Company. Kami berpikir ini adalah awal yang bagus untuk mengawali karir kami. Kami bukanlah dua orang yang selalu puas dengan apa yang sudah kami miliki. Sudah menjadi hasrat manusia seperti itu bukan? Perjuangan kami untuk sampai di sini sangatlah sulit, banyak hal yang tak jarang membuat kami berpikir ulang untuk meneruskan hubungan ini karena satu dan lain hal, tapi disinilah kami, tetap bersama dan mendukung, karena kami yakin dengan bersama semua terasa lebih baik. Kami memiliki mimpi, kami memiliki harapan, kami memiliki cita-cita, dan berusaha untuk terus menggapainya. Sedikit pun, ia tidak pernah menghalangi mimpi dan cita-citaku, ia sudah termasuk menjadi pendukung utamaku. Aku sangat bangga memilikinya, dia tidak pernah mengalah dengan keadaan, dia tidak pernah menyerah menggapai cita-citanya, dan yang paling penting, dia bisa mengerti. Love is reaching to your dreams together.

Tulisan ini membuatku ingin pulang dan datang memeluknya. Aku sangat bangga dengan semua pencapaian yang ia dapatkan. Aku sangat bangga, ia tidak pernah berhenti mencoba. Aku sangat bangga karena ia selalu rendah diri dan tidak pernah lupa darimana ia berasal. Aku sangat bangga, seseorang yang aku sayangi bisa berdiri dengan tegar menghadapi semua masalah yang ada dengan tetap tersenyum.

Kami tahu, kami sedang jatuh cinta. Seperti yang bapak bilang, cinta itu ada masa kadaluwarsanya. Akan ada masanya kita bosan atau mungkin malas dengan pasangan. Yang membuat kita bertahan adalah komitmen dan rasa saling menyayangi. Yang menyayangi akan tinggal, yang menyayangi akan selalu mengerti.

"Dan sayang... aku bahagia seperti ini sekarang, aku bahagia kita bisa saling menemukan, aku bahagia kamu selalu ada, terlebih lagi aku bangga. Aku sangat bangga memiliki seseorang sepertimu." - Aci. 

No comments:

Post a Comment

© Asri Nuranisa Dewi
Blogger Template Designed by pipdig